bmh-lembaga-zakat-infak-wakaf-tidak-akan-kecewa“Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)." ( Al Baqoroh: 272)

Ayat ini turun terkait dengan ketidaksukaan kaum muslimin untuk memberikan sedekah kepada keturunan mereka dari kalangan musyrik. Kemudian mereka menanyakan masalah ini kepada Rosulullah. Hingga diberikanlah keringanan kepada mereka dengan ayat ini.
Ayat diatas semakna dengan ayat: “Barangsiapa yang mengerjakan amal sholih, maka pahalanya untuk dirinya sendiri.” (Fushilat: 46). Maksudnya adalah bahwa setiap orang yang berbuat kebajikan, membantu orang lain, pada hakikatnya ia sedang berbuat baik untuk dirinya sendiri. Semua kebaikan akan kembali pada dirinya. Tidak melenceng dan kemudian pindah pada orang lain. Harta yang diinfakkannya akan menjadi saham abadi bagi dia di akhirat. Amal sholih yang ia kerjakan akan menjadi investasi abadi pula.
Semua amal memang tergantung kepada niat. Jadi sekalipun kita membantu orang kaya kita juga akan mendapat pahala. Apalagi dalam rangka memberi contoh pada orang kaya tersebut agar rajin bersedekah pula. Meringankan beban pelaku maksiat juga akan mendapat pahala. Apalagi pelaku maksiat tadi hendak bertaubat kepada Allah. Intinya amal sholih kita tidak akan disia-siakan Allah. Hanya saja jika kita dihadapkan pada dua pilihan, maka sudah barang tentu lebih afdhol bersedekah pada orang miskin dan taat beribadah kepada Allah.
Atho’ al Khurasani mengatakan: “Yakni jika engkau memberikan sesuatu karena mencari keridhoan Allah maka pahala amal itu bukanlah urusanmu. Maksudnya jika seseorang bersedekah dalam rangka mencari keridhoan Allah maka pahalanya terserah Allah, dan tidak ada masalah baginya apakah sedekah itu diterima oleh orang yang baik atau yang jahat, orang yang berhak menerima atau orang yang tidak berhak menerima. Orang yang bersedekah itu tetap mendapat pahala atas niatnya. Sebagaimana lanjutan firman-Nya: “Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya”.
Dalam sebuah hadits juga disebutkan: “Ada seorang berkata: ‘Aku akan mengeluarkan sedekah pada malam ini.’ Kemudian ia pergi dengan membawa sedekah, lalu sedekah itu jatuh ke tangan seorang pezina, maka pada pagi harinya, orang-orangpun membicarakan: ‘Seorang pezina diberi sedekah.’ Kemudian ia berucap: ‘Ya Allah, segala puji hanya untuk-Mu atas sedekah kepada seorang pezina.’ Selanjutnya orang itu berkata: ‘Aku akan mengeluarkan sedekah pada malam ini.’ Kemudian sedekah itu jatuh ke tangan orang kaya. Dan pada pagi harinya, orang-orang membicarakan: ‘tadi malam ada orang kaya yang diberi sedekah.’ Maka orang itu berucap: ‘Ya Allah, segala puji bagimu atas segala sedekah kepada orang kaya. Dan pada malam ini aku akan mengeluarkan sedekah.’ Maka ia pun keluar dan sedekah itu jatuh ke tangan seorang pencuri. Dan pada pagi harinya, orang-orangpun membicarakan: ‘tadi malam seorang pencuri diberi sedekah.’ Maka orang itu pun berucap: ‘Ya Allah, segala puji bagimu atas sedekah kepada pezina , orang kaya dan pencuri.’ Kemudian ia didatangi malaikat dan dikatakan kepadanya: ‘sedekahmu telah diterima. Adapun si pezina itu semoga menjaga diri dari zina. Dan semoga orang kaya akan mengambil pelajaran sehingga ia mau menginfakkan apa yang telah Allah berikan kepadanya. Dan semoga si pencuri itu menjaga diri dari perbuatan mencurinya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Niatkan karena Allah
Menilik cerita diatas maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa apapun kebaikan yang kita lakukan akan mendapat pahala dari Allah. Selama amal yang kita lakukan memang semata-mata untuk mencari ridho-NYa. Rosulullah bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat. Dan bagi tiap-tiap orang adalah apa yang diniatkannya” (HR. Bukhori Muslim)
Dari sinilah kita bisa mengetahui kesudahan amal kita. Sekalipun pada realitas yang kita lakukan adalah kebaikan namun karena niat kita bukan karena Allah, maka kita tidak akan mendapat pahala dari-Nya. Allah berfirman: “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.(Al Baqoroh: 207)

Jaga niat, jangan belokkan
Menjaga niat bukan persoalan mudah. Suatu saat kita bisa meniatkan amal kita karena Allah, namun di tengah perjalanan amal tersebut, setan mengganggu kita. Dimunculkan pada hati kita sikap riya’, ujub, sum’ah, maka berbeloklah niat kita. Semula karena Allah, berikutnya tidak lagi karena Allah. Pada saat semacam inilah kita akan merugi. Karena kita tidak mendapat balasan dari Allah, bahkan dosa.
Agar niat dapat terjaga dengan baik, maka kita harus memohon kepada Allah agar senantiasa dikaruniai keikhlasan, dijauhkan dari bisikan setan. Berlindunglah selalu dari godaan setan yang terkutuk. Perbanyaklah ta’awudz (mohon perlindungan). Bacalah wirid-wirid ma’tsurot, membaca do’a saat hendak melakukan apapun. Hendak makan, minum, bepergian, masuk-keluar kamar mandi, dll.
Jika kita bisa menjaganya, maka kita tidak akan kecewa. Kita bisa memanen pahalanya diakhirat kelak.
blog comments powered by Disqus

Agenda Bulan Ini

Layanan Kesehatan Gratis :
  • Karanganyar, kec. Poncokusumo, Kab. Malang
  • Lesanpuro, kec. Kedungkandang, Kota Malang
  • Donomulyo, Kab. Malang
  • Kasembon, Kab. Malang

Operasi Katarak Gratis, di Klinic Eye Centre, Jl.Dr.Cipto, Malang

Mabit (Malam Bina Iman Taqwa), 04 Mei2012 di Masjid Puncak Permata Sengkaling

Pembinaan Kampung Berkah:

  • Pagak
  • Poncokusumo
  • Dau
  • Kepanjen
  • Pakisaji
  • Wajak
  • Mondoroko
  • Malang Kota
  • Kalipare
  • Gondanglegi

Kajian Rutin Bulanan, 06 Mei 2012 di Pesantren Ar-Rohmah Putra, Malang

Kajian Riyadhus Shalihin, setiap hari Rabu pukul 13.00-15.00 di Masjid Al-Jatsiyah, Pesantren ArRohmah Putri, Sumbersekar, Dau Kab.  Malang

Content View Hits : 121570
Share

Get This