Monday, 17 May 2010 23:42
Di dunia, kuantitas umat Islam tak kurang dari 30%. Namun secara kualitas belum mampu memberikan pengaruh sebanding 30% dinamika manusia di bumi ini. Bahkan sekian banyak negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim sering menjadi objek sejarah. Bukan pelaku sejarah.
Sebenarnya, seperti apakah sumber daya (resources) umat sekarang ini? Bagaimana kompetensinya?
Kompetisi kehidupan begitu ketat. Untuk menghadapi persaingan global, perlu sumber daya manusia yang berintegritas dan ditunjang dengan keahlian memadai. Umat Islam semestinya seperti itu.
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasiq.” (Ali ‘Imran: 110)
Generasi awal yang direkrut Rasulullah SAW seharusnya bisa menjadi referensi. Beragam karakter dan kompetensi seperti Abu Bakar ash-Shiddiq, Ummar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, serta sederet kader awal yang lain, mampu menorehkan tinta emas sejarah. Seleksi cukup ketat yang dilakukan Rasulullah serta mekanisme pembinaan tarbiyah ruhiyah yang dijaga sirriyah-nya (kerahasiaan) di tempat Arqam bin Abi Arqam merupakan rangkaian penggemblengan sumberdaya strategis. Lebih lanjut, penempatan dan penugasan dilakukan sesuai sikap, kapasitas, dan kecenderungan potensinya.
Pada awalnya para shahabat menjadi duta Islam ke berbagai kekuatan dunia, seperti ke Habasyah, Kisra, dan Romawi. Selanjutnya ada proses peningkatan kapasitas melalui berbagai tadrib (pelatihan) di medan jihad, inovasi di Khandaq, dan sebagainya. Tidak lupa Rasulullah selalu mengingatkan akan jaza’ (balasan) yang disediakan Allah SWT bagi setiap Muslim yang berprestasi membangun peradaban. Lahirlah generasi yang unik, penuh inovasi dan kejutan sejarah.
Sayang, ibrah (pelajaran) seperti di atas kurang dikembangkan umat Islam sekarang. Ke-jumud-an (statis) luar biasa pun terjadi. Rekrutmen dan seleksi potensi umat yang begitu melimpah (agar mampu dikelola untuk menghasilkan sesuatu yang produktif dan bermanfaat) sering dikesampingkan. Bahkan umat sering merasa menikmati konflik internal umat Islam.
Saatnya kita membangun sumber daya umat. Lakukan percepatan secara kumulatif dalam kerangka ukhuwwah Islamiyyah. Pembinaan terstruktur, terarah, dengan tahapan yang jelas, perlu diwujudkan. Proses rekrutmen dan seleksi yang terbuka namun ketat merupakan kunci awal keberhasilan. Potensi berbagai sumberdaya yang ada meski diwujudkan dengan melakukan tindakan reorientasi dan optimalisasi. Kemudian penempatan potensi sesuai dengan minat, kapasitas, kecenderungan sikap, dan keahliannya.
Tak kalah pentingnya adalah pelatihan dan pengembangan sebagai wujud pembelajaran seumur hidup. Di sisi lain, penghargaan atas sisi kemanusiaan yang sering terabaikan, saatnya untuk dihargai. InsyaAllah kita akan sukses, baik secara pribadi maupun jama’i.v
Di dunia, kuantitas umat Islam tak kurang dari 30%. Namun secara kualitas belum mampu memberikan pengaruh sebanding 30% dinamika manusia di bumi ini. Bahkan sekian banyak negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim sering menjadi objek sejarah. Bukan pelaku sejarah.
Sebenarnya, seperti apakah sumber daya (resources) umat sekarang ini? Bagaimana kompetensinya?
Kompetisi kehidupan begitu ketat. Untuk menghadapi persaingan global, perlu sumber daya manusia yang berintegritas dan ditunjang dengan keahlian memadai. Umat Islam semestinya seperti itu.
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasiq.” (Ali ‘Imran: 110)
Generasi awal yang direkrut Rasulullah SAW seharusnya bisa menjadi referensi. Beragam karakter dan kompetensi seperti Abu Bakar ash-Shiddiq, Ummar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, serta sederet kader awal yang lain, mampu menorehkan tinta emas sejarah. Seleksi cukup ketat yang dilakukan Rasulullah serta mekanisme pembinaan tarbiyah ruhiyah yang dijaga sirriyah-nya (kerahasiaan) di tempat Arqam bin Abi Arqam merupakan rangkaian penggemblengan sumberdaya strategis. Lebih lanjut, penempatan dan penugasan dilakukan sesuai sikap, kapasitas, dan kecenderungan potensinya.
Pada awalnya para shahabat menjadi duta Islam ke berbagai kekuatan dunia, seperti ke Habasyah, Kisra, dan Romawi. Selanjutnya ada proses peningkatan kapasitas melalui berbagai tadrib (pelatihan) di medan jihad, inovasi di Khandaq, dan sebagainya. Tidak lupa Rasulullah selalu mengingatkan akan jaza’ (balasan) yang disediakan Allah SWT bagi setiap Muslim yang berprestasi membangun peradaban. Lahirlah generasi yang unik, penuh inovasi dan kejutan sejarah.
Sayang, ibrah (pelajaran) seperti di atas kurang dikembangkan umat Islam sekarang. Ke-jumud-an (statis) luar biasa pun terjadi. Rekrutmen dan seleksi potensi umat yang begitu melimpah (agar mampu dikelola untuk menghasilkan sesuatu yang produktif dan bermanfaat) sering dikesampingkan. Bahkan umat sering merasa menikmati konflik internal umat Islam.
Saatnya kita membangun sumber daya umat. Lakukan percepatan secara kumulatif dalam kerangka ukhuwwah Islamiyyah. Pembinaan terstruktur, terarah, dengan tahapan yang jelas, perlu diwujudkan. Proses rekrutmen dan seleksi yang terbuka namun ketat merupakan kunci awal keberhasilan. Potensi berbagai sumberdaya yang ada meski diwujudkan dengan melakukan tindakan reorientasi dan optimalisasi. Kemudian penempatan potensi sesuai dengan minat, kapasitas, kecenderungan sikap, dan keahliannya.
Tak kalah pentingnya adalah pelatihan dan pengembangan sebagai wujud pembelajaran seumur hidup. Di sisi lain, penghargaan atas sisi kemanusiaan yang sering terabaikan, saatnya untuk dihargai. InsyaAllah kita akan sukses, baik secara pribadi maupun jama’i.v
EDISI MEI 2012

Harga di pulau Jawa Rp 22.500,-. Untuk informasi dan Pemesanan hubungi 085855651650